Visual Scheduling System dengan Pendekatan Teori Antrian dalam Penjadwalan Kereta Api

October 20th, 2009

Rifki Susetyo – 0608502

Progam Studi Ilmu Komputer, Universitas Pendidikan Indonesia

Email : rifki.susetyo@gmail.com

Abstrak

Penyusunan jadwal pemberangkatan dan pemberhentian kereta api merupakan pekerjaan yang tidak mudah apabila dilakukan dengan cara konvesional dan cenderung memiliki tingkat kesalahan yang besar akibat faktor manusia (human error). Belum lagi ketika harus diadakannya penjadwalan ulang perjalanan kereta api yang harus sering dilakukan berkenaan dengan adanya kendala teknis pada kereta yang menghambat perjalanan kereta. Penyusunan jadwal berkenaan dengan adanya kereta baru juga menjadi suatu masalah untuk mendapatkan penjadwalan kereta yang optimal.

Makalah ini membahas aturan-aturan umum dalam penjadwalan pemberangkatan dan pemberhentian kereta api sebagai Job-Shop dan penyelesaiannya dengan teori antrian. Metode pengambilan keputusan didasarkan pada prioritas kereta dengan sistem pengecekan  terhadap jalur rel yang menuju dua stasiun kereta berikutnya dan jalur rel menuju stasiun kereta di belakang.

Kata kunci : penjadwalan kereta api, teori antrian, Job-Shop, Visual Scheduling System.

Read more…

Seminar

Pemanfaatan Teori Graf untuk Menguraikan Permasalahan dalam Pemodelan Persoalan Penjadwalan Kereta Api

October 20th, 2009

Abstrak

Teori graf merupakan sebuah ilmu yang terbukti dapat membantu menyelesaikan beberapa permasalahan dalam berbagai disiplin ilmu maupun permasalahan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu bidang yang banyak memanfaatkan teori graf adalah dunia perkeretaapian. Dalam perkereta-apian graf digunakan dalam merepresentasikan jaringan perkeretaapian yang menghubungkan berbagai kota di suatu negara, merepresentasikan persilangan jalur rel kereta api, dan sebagaimana yang akan diulas pada makalah ini, yaitu dimanfaatkan untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang ada dalam penjadwalan kereta api demi mendapatkan sebuah jadwal kereta api yang optimum dan tepat. Namun, dalam makalah ini tidak akan mengulas hingga ke terbentuknya jadwal kereta api yang tepat, tetapi hanya ingin menunjukkan bagaimana graf dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam penyusunan jadwal kereta api saja.

Kata Kunci: teori graf,penyusunan  jadwal, kereta api

Sumber : http://www.informatika.org/~rinaldi/Matdis/2008-2009/Makalah2008/Makalah0809-021.pdf

Sumber Seminar

SIMULASI SISTEM PENJADWALAN KERETA: STUDI KASUS DAOP VIII JAWA TIMUR

October 20th, 2009

Abstrak

Penjadwalan ulang perjalanan kereta api sering harus dilakukan akibat adanya kendala teknis pada kereta yang menghambat kereta melakukan perjalanan pada waktu yang ditentukan ataupun karena adanya penambahan kereta api. Simulasi sistem penjadwalan kereta mampu membantu memecahkan masalah yang dihadapi pengelola jasa layanan kereta api dalam menyusun jadwal baru berkenaan dengan adanya kendala perjalanan kereta api ataupun adanya penambahan kereta api baru.
Read more…

Sumber Seminar

Algoritma Genetik Hibrida dalam Penyelesaian Job-shop Scheduling Problem

October 19th, 2009

Abstrak

Makalah ini membahas mengenai algoritma genetik hibrida (dalam bahasa Inggris dikenal dengan Hybrid Genetic Algorithm) dalam menyelesaikan Job-shop Scheduling Problem (JSP) yaitu untuk menghasilkan jadwal yang optimal. JSP merupakan salah satu permasalahan optimasi kombinatorial tersulit dalam dunia informatika yang dikategorikan sebagai NP-Hard. Selama riset sekitar tiga puluh tahun terakhir belum ditemukan algoritma yang cukup efektif dalam menemukan solusi optimal untuk JSP karena algoritma yang tersedia masih memiliki kompleksitas eksponensial dan belum ada yang memiliki waktu asimptotik polinomial. Karena itu, untuk kasus penjadwalan dengan mesin dan job yang cukup banyak masih sangat sulit untuk diselesaikan. Namun, hingga saat ini algoritma-algoritma optimasi untuk menghasilkan solusi yang mendekati solusi optimal terus dikembangkan. Di antaranya adalah dengan teknik Priority Dispatch Rules, Bottleneck Based Heuristics, Local search methods and Meta-heuristics seperti Simulated- Annealing (SA) maupun Genetic Algorithm (GA).
Read more…

Sumber Seminar

Implementasi Model Penjadwalan Job-Shop dalam Masalah Penjadwalan Kereta Api Jalur Tunggal dengan Pendekatan Constraint Programming

October 19th, 2009

Abstrak

Masalah penjadwalan kereta api jalur tunggal dapat diselesaikan dengan pendekatan  Constraint Programming. Hal ini dilakukan dengan memodelkan masalah sebagai sebuah Constraint Satisfaction Problem (CSP) kemudian menyelesaikan CSP tersebut dengan teknik-teknik pencarian solusi CSP. Dalam makalah ini, CSP yang digunakan untuk memodelkan masalah penjadwalan kereta api jalur tunggal adalah masalah penjadwalan  Job-Shop. Selanjutnya, algoritma yang digunakan dalam pencarian solusi adalah Hill-Climbing. Dalam masalah penjadwalan kereta api, solusi yang dimaksud adalah jadwal perjalanan kereta api yang memenuhi semua aturan yang diajukan.

Read more…

Sumber Seminar

PEMODELAN SISTEM PENJADWALAN KAPAL DENGAN METODE RULE-BASED SCHEDULING ALGORITHM DAN PERANCANGAN SISTEM PENUNJANG KEPUTUSANNYA (Studi Kasus : PT. Petrokimia Gresik)

October 19th, 2009

Abstrak

PT Petrokomia Gresik sebagai salah satu produsen pupuk dengan jumlah variasi produk terlengkap di Indonesia memiliki beberapa masalah di unit-unit yang dimilikinya. Salah satunya yaitu masalah yang ada di bagian pelabuhan sebagai unit distribusi produk melalui jalur laut. Permasalahan utama yang dihadapi adalah seringnya terjadi antrian dan delay pada kapal di pelabuhan.

Sumber :  http://www.ie.its.ac.id/downloads/abstrak/TA_809_Marij.doc

Sumber Seminar

DNS (Domain Name System)

October 1st, 2009

Sebelum dipergunakannya DNS, jaringan komputer menggunakan HOSTS files yang berisi informasi dari nama komputer dan IP address-nya. Di Internet, file ini dikelola secara terpusat dan di setiap lokasi harus di copy versi terbaru dari HOSTS files, dari sini bisa dibayangkan betapa repotnya jika ada penambahan 1 komputer di jaringan, maka kita harus copy versi terbaru file ini ke setiap lokasi. Dengan makin meluasnya jaringan internet, hal ini makin merepotkan, akhirnya dibuatkan sebuah solusi dimana DNS di desain menggantikan fungsi HOSTS files, dengan kelebihan unlimited database size, dan performace yang baik. DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address. Sebagai contoh, www untuk penggunaan di Internet, lalu diketikan nama domain, misalnya: yahoo.com maka akan di petakan ke sebuah IP mis 202.68.0.134. Jadi DNS dapat di analogikan pada pemakaian buku telepon, dimana orang yang kita kenal berdasarkan nama untuk menghubunginya kita harus memutar nomor telepon di pesawat telepon. Sama persis, host komputer mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server ke DNS, lalu oleh DNS dipetakan ke IP address.

Read more…

Kapita Selekta

Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP)

October 1st, 2009

Penentuan alamat IP dan konfigurasi secara otomatis. Pada saat komputer client dihidupkan, client mengirimkan permintaan “siapa aku” ke jaringan menggunakan alamat broadcast. DHCP server akan memberikan jawaban sesuai dengan alamat NIC dan ketersediaan konfigurasi mencakup alamat IP, subnet mask, default gateway, dan sebagainya. Penggunaan IP dan konfigurasinya memiliki masa pakai (sewa?). Bila masa sewa habis, maka client meminta apakah bisa meneruskan sewa atau menggunakan konfigurasi yang baru. Jika komputer client berpindah ke subnet lain, alamat IP tersebut akan diambil kembali oleh server untuk digunakan oleh komputer lain.
Read more…

Kapita Selekta

Sistem Informasi

October 1st, 2009

Sistem Informasi Terdiri dari dua kata yaitu Sistem dan Informasi. Sistem sendiri berarti gabungan dari beberapa sub sistem yang bertujuan untuk mencapai satu tujuan. Informasi berarti sesuatu yang mudah dipahami oleh si penerima. Sistem Informasi memiliki makna sistem yang bertujuan menampilkan informasi. Pada jaman dahulu sebelum sistem komputer ada maka sistem informasi ini telah lebih dahulu ada dan berjalan dengan baik. Adapun komponen komponen yang menyusun sistem informasi seperti :

Read more…

Kapita Selekta

Konsep Dasar TCP/IP

October 1st, 2009

Arsitektur TCP/IP

TCP/IP dikembangkan mengacu pada model Open System Interconnection (OSI), dimana, layer-layer yang terdapat pada TCP tidak persis sama dengan layer-layer yang terdapat pada model OSI. Terdapat empat layer pada TCP/IP, yaitu: network interface, network, transport dan application. Tiga layer pertama pada TCP/IP menyediakan physical standards, network interface, internetworking, dan fungsi transport, yang mengacu pada empat layer pertama pada model OSI. Tiga layer teratas dari model OSI direpresentasikan di model TCP/IP sebagai satu layer, yaitu application layer.

Read more…

Kapita Selekta